WELCOME TO THE SCREAMFASH PAGE

SCREAMFASH!blognya para pria yang memperhatikan fashion

Thursday, 17 July 2014

The Changcuters Berbicara tentang Fashionnya

Berbicara tentang fashion tentunya tidak habisnya. Fashion akan terus berkembang mengikuti pergantian zaman. Fashion tidak hanya melanda masyarakat pada umumnya. Musisi-musisi punya style tersendiri dalam setiap penampilannya. Coba kita lihat bagaimana Ariel Noah dengan gaya stylishnya, J-rock dengan gaya jepangnya, dan yang tidak kalah fashionable yaitu grup band The Changcuters. Grup band yang digawangi oleh Tria, Qibil, Erick, Alda, dan Dipa ini merupakan band yang sangat memperhatikan fashion pada diri mereka. Berikut ini hasil wawancara yang dilakukan Ghiboo beberapa waktu yang lalu.
Grup yang  terbentuk pada 19 September 2005 ini ternyata lebih senang mengenakan sepatu ketimbang sandal. “Soalnya, kalo pakai sandal, nggak bisa masuk klub, hahaha,” kata Qibil. Menurut mereka, banyak tempat yang memosisikan sandal sebagai alas kaki non-formal, jadi mereka selalu siap siaga tampil formal. Meskipun setelan pakaiannya kasual, ke tempat-tempat formal pun masih tetap bisa masuk. The Changcuters juga menyebutkan model sepatu favorit mereka, seperti boots, loafer, dan oxford shoes. Untuk urusan kacamata, sepertinya telah menjadi aksesoris wajib untuk dikenakan The Changcuters. “Menurut gue sih, ini bagian dari pelengkap, seperti garnish kalau dimakanan, kayak cherry-nya ‘gitu. Ketika pake kacamata jadi merasa lengkap ‘gitu si setelannya”, jelas Tria. Kacamata yang mereka memang sudah jadi bagian dari konsep berpakaian band beraliran rock n’ roll tersebut. Sempat jadi tren dalam hal rambut di awal kemunculan mereka, ternyata band ini tak pernah sengaja menciptakan tren tersebut. “Mungkin aja sih bikin tren lagi, tapi ya yang secara tidak sengaja aja. Karena kalo yang disengaja-sengaja ‘gitu biasanya suka nggak jadi. Jadi ya jalanin aja,” kata Dipa, sang pembetot bass. Sebenarnya penampilan mereka memang sudah dikonsep. Jadi jika gaya rambut sampai gaya berpakaian tiba-tiba jadi tren, mereka menganggap itu sebagai hal yang baik. “Karena kalau ingin benar ikutlah aturan-aturan Tuhan, tapi kalau ingin keren ikutilah The Changcuters, itu statement kami,” tambah Qibil.
 



Saat ditanya apa atau siapa yang jadi acuan fashion, mereka menjelaskan bahwa apa yang mereka pakai itu apa yang mereka dengarkan. Musik yang mereka dengarkan mencerminkan penampilan mereka. “Kalo misalnya mau lebih spesifik lagi, mungkin ke mods sama rocker sih, penggabungan gaya-gaya sub culture mods sama rocker,” tutur Qibil. Sebenarnya mods dan rocker dari tahun ’60-an selalu kontradiktif, tapi mereka mengaku bisa mengombinasikannya. Karena menurut mereka kedua musik tersebut berasal dari roots yang sama. Jadi para personel The Changcuters menyebutnya sebagai pengidentitasan diri.
Nah, teman-teman kini sudah tahu kan dibalik penampilan fashionable dari the Changcuters. Bagi teman-teman musisi mungkin ini menjadi salah satu referensi dalam berpenampilan, tetapi jangan sampai menghilangkan jati diri dari teman-teman. So, ambil positifnya saja, yang negatif segera hilangkan. Salam...SCREAM!

No comments:

Post a Comment