Berbicara tentang fashion
tentunya tidak habisnya. Fashion akan terus berkembang mengikuti pergantian
zaman. Fashion tidak hanya melanda masyarakat pada umumnya. Musisi-musisi punya
style tersendiri dalam setiap penampilannya. Coba kita lihat bagaimana Ariel
Noah dengan gaya stylishnya, J-rock dengan gaya jepangnya, dan yang tidak kalah
fashionable yaitu grup band The Changcuters. Grup band yang digawangi oleh
Tria, Qibil, Erick, Alda, dan Dipa ini merupakan band yang sangat memperhatikan
fashion pada diri mereka. Berikut ini hasil wawancara yang dilakukan Ghiboo
beberapa waktu yang lalu.
Grup yang terbentuk
pada 19 September 2005 ini ternyata lebih senang mengenakan sepatu ketimbang
sandal. “Soalnya, kalo pakai
sandal, nggak bisa masuk klub, hahaha,” kata Qibil. Menurut
mereka, banyak tempat yang memosisikan sandal sebagai alas kaki non-formal,
jadi mereka selalu siap siaga tampil formal. Meskipun setelan pakaiannya
kasual, ke tempat-tempat formal pun masih tetap bisa masuk. The Changcuters
juga menyebutkan model sepatu favorit mereka, seperti boots, loafer, dan oxford shoes. Untuk urusan
kacamata, sepertinya telah menjadi aksesoris wajib untuk dikenakan The
Changcuters. “Menurut gue sih, ini
bagian dari pelengkap, seperti garnish kalau
dimakanan, kayak cherry-nya ‘gitu.
Ketika pake kacamata jadi merasa lengkap
‘gitu si setelannya”, jelas Tria. Kacamata yang mereka memang sudah jadi bagian
dari konsep berpakaian band beraliran rock n’ roll tersebut. Sempat jadi tren
dalam hal rambut di awal kemunculan mereka, ternyata band ini tak pernah
sengaja menciptakan tren tersebut. “Mungkin aja sih bikin tren lagi, tapi ya yang
secara tidak sengaja aja. Karena kalo yang disengaja-sengaja ‘gitu
biasanya suka nggak jadi. Jadi ya jalanin aja,” kata Dipa, sang
pembetot bass. Sebenarnya penampilan mereka memang sudah dikonsep. Jadi jika
gaya rambut sampai gaya berpakaian tiba-tiba jadi tren, mereka menganggap itu
sebagai hal yang baik. “Karena kalau ingin benar ikutlah aturan-aturan Tuhan,
tapi kalau ingin keren ikutilah The Changcuters, itu statement kami,” tambah Qibil.
Saat ditanya apa atau siapa
yang jadi acuan fashion, mereka menjelaskan bahwa
apa yang mereka pakai itu apa yang mereka dengarkan. Musik yang mereka
dengarkan mencerminkan penampilan mereka. “Kalo misalnya mau
lebih spesifik lagi, mungkin ke mods sama rocker sih,
penggabungan gaya-gaya sub culture mods
sama rocker,” tutur Qibil. Sebenarnya mods dan rocker dari tahun ’60-an selalu
kontradiktif, tapi mereka mengaku bisa mengombinasikannya. Karena menurut
mereka kedua musik tersebut berasal dari roots yang sama.
Jadi para personel The Changcuters menyebutnya sebagai pengidentitasan diri.
Nah, teman-teman kini sudah
tahu kan dibalik penampilan fashionable dari the Changcuters. Bagi teman-teman
musisi mungkin ini menjadi salah satu referensi dalam berpenampilan, tetapi
jangan sampai menghilangkan jati diri dari teman-teman. So, ambil positifnya
saja, yang negatif segera hilangkan. Salam...SCREAM!

No comments:
Post a Comment